Minggu, 14 September 2014

Mengenal karakteristik anak autis

Banyak sekali definisi yang beredar tentang apa itu Autisme. Tetapi secara garis besar, Autisme adalah suatu kelainan otak yang berpengaruh pada perkembangan seseorang. Orang-orang yang mengalami autisme mempunyai gangguan atau masalah dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Seorang anak autisme mungkin akan terlihat sangat linglung, terkucil atau terasing, mungkin mereka tidak ingin melakukan kontak mata dengan orang lain, mungkin juga tidak berbicara atau bermain seperti yang anak lain lakukan atau mungkin mereka mengulang-ulang gerakan dan tingkah laku tertentu secara terus menerus dan berlebihan, lagi lagi dan lagi.
Tanda-tanda autisme dapat bervariasi dari orang ke orang. Tanda-tanda tersebut dapat memburuk pada beberapa orang dan pada yang lainnya tidak. Dua kategori austisme yaitu low functioning autism dan high functioning autism. Orang-orang dapat mengatakan bahwa seseorang mengalami low functioning autism atau high functioning autism tergantung atas beratnya gejala-gejala dan hasil pemeriksaan IQ/ intelligence atau tingkat kecerdasan seseorang. High functioning autism menggambarkan jenis autisme dengan sedikit gejala berat, sementara itu low functioning autism menggambarkan jenis autisme dengan adanya banyak gejala-gejala berat.
Tanda-tanda umum autisme:
* Menghindari kontak langsung seperti pelukan atau kontak mata.
* Tidak menjawab panggilan atau suara lainnya.
* Tidak menjawab jika ditanya tentang namanya.
* Tidak berbicara atau menggunakan bahasa dengan benar.
* Menggelengkan/mengombang-ambingkan bolak-balik, memutar atau membenturkan kepalanya.
* Tatapan atau pandangan mata hanya pada sebagian objek, seperti pandangan pada bagian roda dari sebuah mainan mobil.
* Tidak memahami gerak isyarat tangan atau bahasa tubuh.
* Tidak berpura-pura atau bermain dengan permainan-permainan yang membuat percaya.
* Sangat perhatian dengan urutan, rutinitas/kebiasaan sehari-hari atau ritual dan menjadi gelisah, cemas jika rutinitas tersebut berubah atau terganggu.
* Mempunyai ekspresi wajah datar atau penggunaan suara yang monoton.
Melukai dirinya sendiri atau tidak takut akan bahaya.
Apa saja penyebab Autisme?
Dokter tidak tahu pasti apa penyebab autisme. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penyebab autisme adalah genetik atau keturunan. Beberapa masalah kesehatan tertentu atau lingkungan anak mungkin juga ikut berperan menjadi sebab autisme. Dalam banyak kasus autisme, penyebab dari autisme anak tidak pernah diketahui dengan jelas. Laki-laki sepertinya lebih mungkin menderita autisme ketimbang anak perempuan. Study dan pembelajaran tentang autisme masih terus dilakukan untuk mengetahui apa penyebab autisme.
Dapatkah vaksin atau imunisasi/vaksinasi menyebabkan autisme?
Tidak bisa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara autisme dan vaksinasi atau imunisasi anak seperti imunisasi measles/campak, mump/gondok dan vaksin rubella.
Vaksin, vaksinasi atau imunisasi merupakan bagian penting dari kesehatan anak, Jika anda masih bingung tentang keamanan vaksin, konsultasikan dengan dokter untuk lebih jelasnya.
Bagaimana mendiagnosa autisme?
Tidak ada pemeriksaan laboratorium yang dapat mendeteksi autisme. Autisme seringkali didiagnosa pada saat seorang bayi atau anak-anak yang baru belajar berjalan tidak bertingkah laku sesuai dengan harapan berdasarkan usianya. Jika dokter berpendapat bahwa anak anda adalah penderita autisme, dokter mungkin akan menyarankan kepada anda untuk membawa anak anda ke ahli psikiater anak atau seorang ahli spesialis dalam bidang tersebut. Mereka mungkin akan melakukan beberapa pemeriksaan dan test kepada anak anda untuk melihat apabila anak menunjukkan gejala-gejala autisme.
Apabila anak anda autisme, apakah itu berarti dia mengalami retardasi mental?
Banyak anak dengan autisme juga mengalami retardasi mental, tapi ada juga yang tidak. Sangat sulit untuk melakukan pemeriksaan pada anak autisme. Hal tersebut dikarenakan mereka tidak memberikan respon terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diberikan. Seorang ahli autisme dapat memberikan test atau pemeriksaan khusus kepada anak anda yang akan dapat memberitahukan kepada anda banyak informasi tentang kondisi anak secara detail.
Beberapa anak autisme memiliki kemampuan khusus, seperti kemampuan untuk mengerjakan soal matematika yang rumit dalam pikiran mereka. Akan tetapi, kemampuan khusus seperti itu sangat jarang dijumpai pada anak autistik.
Pada masa bayi, anak terlihat baik-baik saja, mengapa sekarang anak anda terlihat seperti autisme?
Kita tidak mengetahui mengapa hal itu terjadi, tapi sekitar 20 % anak dengan autisme memperlihatkan perkembangan yang normal pada 1-2 tahun pertama. Kemudian, bayi tersebut mengalami apa yang disebut dokter dengan regresi. Hal ini berarti bahwa mereka kehilangan kemampuan yang mereka punyai sebelumnya, seperti kemampuan berbicara.
Bagaimana autisme diobati?
Beberapa pengobatan untuk autisme telah tersedia. Penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang sangat intensif dan terapi bahasa dapat membantu pada beberapa anak. Tidak ada obat yang bisa mengobati autisme itu sendiri, tapi obat-obatan bisa membantu mengatasi beberapa gejala autisme, seperti tingkah laku agresif anak atau gejala tidak bisa tidur. Konsultasikan dengan dokter tentang jenis-jenis pengobatan yang terbaik pada autisme untuk buah hati anda.
Dengan terapi beberapa anak bisa meningkatkan atau memperbaiki kondisinya pada saat mereka dewasa. Kemampuan bahasa secara individual pada anak dan tingkat klecerdasannya secara umum mungkin membantu memperkirakan apa yang akan terjadi dalam kasus autisme pada dirinya.
Jika anda mempunyai seorang anak autisme, apakah anda lebih mungkin mempunyai anak dengan autisme pada anak anda yang lain?
Saudara laki-laki dan perempuan dari anak autisme mempunyai kesempatan sekitar 5 % untuk berkembangnya autisme pada diri mereka. Sepertinya ada resiko lain yang lebih tinggi bagi saudara kandung dari anak autisme yaitu terjadinya cacat atau ketidakmampuan lain dengan proporsi sekitar 10-40 %, seperti ketidakmampuan dalam belajar.
Jika anda berpikir untuk memiliki anak lagi, konsultasikan dengan dokter tentang apakah itu akan membantu anda untuk membicarakannya dengan seorang konsultan ahli genetika.
Sindroma Asperger
Sindrom asperger adalah suatu kondisi yang sangat mirip dengan high functioning autism. Secara khusus, orang-orang dengan sindroma asperger mempunyai IQ yang normal dan beberapa diantaranya memperlihatkan ketrampilan luar biasa atau ketertarikan dalam suatu area atau tempat tertentu. Sementara itu perkembangan bahasa verbal dianggap normal, orang-orang dengan sindrome asperger dapat mempunyai masalah menggunakan bahasa verbal dengan benar dalam situasi sosial. Mereka mungkin juga mengalami kesulitan berkomunikasi dengan cara-cara non verbal seperti kontak mata, memahami dan mengerti ekspresi wajah dan penggunaan isyarat atau bahasa tubuh. Kemampuan sosial umum seperti membangun hubungan dan menyesuaikan situasi dan kondisi baru dapat juga di pengaruhi dengan terapi. Bahkan, orang-orang dengan sindrome asperger dapat selalu belajar bagaimana berhadapan dengan kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi melalui terapi komunikasi dan perilaku.
karakteristik anak autistik adalah adanya 6 gejala/gangguan, yaitu dalam bidang:
1. Interaksi sosial:
a. Tidak tertarik untuk bermain bersama teman atau lebih suka menyendiri
b. Tidak ada atau sedikit kontak mata, atau menghindar untuk bertatapan
c. Senang menarik-narik tangan orang lain untuk melakukan apa yang ia inginkan, misalnya bila ingin meminta minum
2. Komunikasi (bicara, bahasa dan komunikasi):
a. Perkembangan bahasa lambat atau sama sekali tidak ada.
b. Senang meniru atau membeo (echolalia); Bila senang meniru, dapat hafal betul kata-kata atau nyanyian tersebut tanpa mengerti artinya
c. Anak tampak seperti tuli, sulit berbicara, atau pernah berbicara tapi sirna
d. Kadang kata-kata yang digunakan tidak sesuai artinya
e. Mengoceh tanpa arti berulang-ulang, dengan bahasa yang tak dapat dimengerti orang lain; Bicara tidak dipakai untuk alat berkomunikasi
f. Sebagian dari anak ini tidak berbicara (non verbal) atau sedikit berbicara (kurang verbal) sampai usia dewasa
3. Pola bermain:
a. Tidak bermain seperti anak-anak pada umumnya
b. Senang akan benda-benda yang berputar, seperti kipas angin, gasing
c. Tidak bermain sesuai fungsi mainan, misalnya sepeda dibalik lalu rodanya di putar-putar; tidak kreatif, tidak imajinatif
d. Dapat sangat lekat dengan benda-benda tertentu yang dipegang terus dan dibawa kemana-mana.
4. Gangguan sensoris:
a. Bila mendengar suara keras langsung menutup telinga
b. Sering menggunakan indera pencium dan perasanya, seperti senang mencium-cium, menjilat mainan atau benda-benda
c. Dapat sangat sensistif terhadap sentuhan, seperti tidak suka dipeluk
d. Tidak sensitif terhadap rasa sakit dan rasa takut.
5. Perkembangan terlambat atau tidak normal:
a. Perkembangan tidak sesuai seperti pada anak normal, khususnya dalam ketrampilan sosial, komunikasi dan kognisi.
b. Dapat mempunyai perkembangan yang normal pada awalnya, kemudian menurun atau bahkan sirna, misalnya pernah dapat bicara kemudian hilang.
6. Penampakan gejala:
a. Gejala diatas dapat mulai tampak sejak lahir atau saat masih kecil. Biasanya sebelum usia 3 tahun gejala sudah ada
b. Pada beberapa anak sekitar umur 5 – 6 tahun gejala tampak agak berkurang.
By. Maria J. Sewow, S.Pd

KATEGORI AUTIS

Kategori Autis berdasarkan intelegensia
Kategori berikut bisa dijadikan salah satu acuan dalam memilih sekolah anak autis. 

Low Functioning
Pada anak autis dengan Low Functioning, biasanya disertai dengan kemampuan bicara yang sangat minim, bahkan tidak berbicara sampai usia dewasa dan hambatan dalam memahami “konsep”. Anak autis dengan Low Funcitoning mencapai 70% dari populasi anak autis.
Anak autis yang Low Function, biasanya berkomunikasi dengan cara non-verbal. Anak mungkin hanya menggunakan bahasa tubuh yang sangat minim (misal menarik tangan untuk meminta tolong diambilkan benda yang disuka), atau anak mengkomunikasikan ketidak sukannya dengan cara tantrum. Biasanya untuk mengakomodasi hambatannya ini didunakan PECS (Picture Exchange Communication System) atau sistem komunikasi melalui pertukaran gambar. Ini ditujukan untuk anak autis yang Non-Verbal bisa tetap melakukan komunikasi, sehingga ia tidak mengkomunikasikan keinginannya dengan cara yang tidak adaptif.
Middle Functioning
Anak autis dengan medium functioning mempunyai kemampuan yang lebih baik untuk memahami “konsep”. Sehingga waktu yang diperlukan untuk menguasai suatu pengtehuan (misal: tentang nama-nama benda, anggota tubuh, dll.) membutuhkan yang lebih cepat jika dibandingkan dengan anak autis yang low functioning.
Pada banyak anak autis dengan medium functioning menunjukkan kemampuan berbicara, namun biasanya masih sangat terbatas dan lebih bersifat searah (misal: hanya menjawab ketika ditanya, namun tidak bisa membuat pertanyaan apabila ada hal yang tidak ia ketahui).
High Functioning
Anak dengan high functioning, mempunyai kemampuan dalam memahami konsep dengan cukup baik (untuk konsep yang tidak abstrak). Jika anak autis yang high functioning mendapatkan penangan yang tepat sejak dini, mendapat dorongan yang baik dalam keluarga, anak ini dapat hidup mandiri bahkan sampai berkeluarga.

dr Adriana S. Giananjar, M.S., psikolog menyarankan :
1. Saat ingin mencari sekolah yang tepat, lebih baik mencari informasi atau rekomendasi dari orang tua lain, yang juga memiliki anak autistik.
2. Selalu mengajak anak ketika mendaftar masuk sekolah. Ini perlu dilakukan agar pihak sekolah mengetahui kondisi anak, kemampuan anak dan tidak terjadi masalah dikemudian hari.
3. Perlu untuk mengobservasi kurikulum dan kebijakan apa yang diberlakukan untuk siswa ABK, dan juga kesiapan siswa lain menghadapi siswa ABK. Bullying (intimidasi) biasanya dialami oleh anak autistik karna tidak siapnya siswa lain menerima siswa ABK.
4. Sekolah inklusi biasanya menyediakan guru bantu untuk mendampingi siswa ABK di dalam kelas. Biasanya dibutuhkan pada saat siswa ABK berada di kelas 1-2 sekolah dasar. Seiring perkembangan, biasanya guru bantu perlahan tidak dibutuhkan oleh mereka.
5. Guru bantu memiliki tugas khusus untuk memfasilitasi kesulitan yang mungkin dialami oleh siswa ABK saat proses belajar mengajar berlangsung. Misalnya, guru membantu anak menemukan halaman mana yang harus dibuka.

AUTIS

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan didalam menangani anak autis tidak hanya sekedar behaviornya tetapi juga pola makannya .anak-anak autisme sebenarnya cenderung sengaja berbuat jelek daripada anak-anak umum lainnya .Mereka terlihat berprilaku buruk seperti berlarian di ruangan, memukul-mukulkan benda ,menolak untuk berkumpul,atau memanjat lemari es , lebih sering disebabkan oleh masalah eksternal yang sebenar dapat diselesaikan oleh orang tua yang tenang dan  kreatif.
 ini adalah tips dan cara menangani anak autis :

1. kenali anak anda  Awal Menangani anak autis

    Hanya sedikit anak-anak autis yang  buruk dengan sengaja banyak dari mereka yang mempunyai prilaku yang sulit . Setiap anak berbeda , dan mengetahui anak anda sendiri adalah kunci untuk mengambil tindakan. Apakah anak Anda ektra sensitif terhadap suara dan cahaya? Apakah dia perlu banyak "Input sensorik"(input/masukan melalui panca indra )? Apakah dia akan salah mengerti dengan pendekatan anda? Semakin banyak anda tahu ,semakin mudah untuk menangani anak autis.

2. Ubah keinginanan Anda terhadap anak anda

Orang tua Anda mungkin mengajarkan Anda untuk dudukdiam selama waktu makan.Akan tetapi untuk bukan keinginan yang wajar untuk anak autis . Cobalah memulai dengan tujuan yang lebih kecil, seperti duduk diamselama tiga menit, makan dengan sendok, atau apapun yang Anda pikir dia bisa menangani. Kemudian barulah membangun tujuan yang lebih besar , seperti duduk diam selama waktu makan.

3. Ubah lingkungan tempatnya berada.
Keamanan adalah kuncinya . Demi menangani anak autis , menciptakan sebuah lingkungan yang aman adalah suatu tantangan. Karena begitu banyak prilaku anak Anda mungkin memiliki potensi yang membahayakan dirinya, sangatlah penting untuk mengambil tindakan pencegahan, seperti membuat rak pada dinding dan/ lantai kencang,atau memastika lemari berdiri dengan aman.Atau bisa juga menutupi dengan benda lain yang bisa mencegahnya untuk memanjat.

4. Pertimbangkan Kemungkinan sumber Prilaku.
Banyak anak autis sangat menginginkan ,atau sebaliknya "over-respond" terhadap inputsensorik . Sebagian lagi berganti -ganti diantara keduanya .Sangat sering perilaku "buruk" anak autis sebenarnya adalah reaksi terhadap input sensorik berlebih ,atau terlalu sedikit .Dengan hati-hati mengamati anak Anda ,Anda mungkin dapat mengetahui penyebabnya.

5. Hilangkan Input Sensorik berlebihan Untuk Menangani Anak autis

Jika reaksi anak Anda berlebih terhadap input sensorik ,ada banyak cara untuk mengubah situasi ini.Tentu saja pilihan pertama adalah hanya menghindari menyebab Input sensorik berlebih seperti parade ,taman hiburan dan sejenisnya.Ketika itu tidak bisa dilakukan ,Anda bisa menggunakan sumbat telinga, mainan yang bisa mengalihkan ,atau cara membujuk lainnya untuk menangani anak autis Anda sementara waktu.

6. Menyediakan input sensorik untuk menangani Anak autis
Jika anak Anda menabrakkan diri kesofa ,memanjat dinding atau berputar-putar , Kemungkinan dia sedang membutuhkan "Input Sensorik".Anda dapat menyediakan Input sensorik dalam beberapa cara yang tepat. Beberapa orang menyarankan menangani anak autis dengan pelukan hangat , Lainnya menyarankanmenghimpitnya menggunakan bantal sofa dengan hati-hati, menggulung mereka seperti "Hot Dog"dalam selimut , atau memberi mereka rompi atau selimut yang diberi pemberat.

7. Cari jalan keluar Positif Untuk Perilaku Tidak Biasa
Sementara memanjat dipusat hiburan mungkin adalah prilaku "buruk",memanjat ditempat olah raga bisa menjadi bagus untuk membangun otot dan persahabatan ,pada saat yang sama . Sementara berputar-putar ditoko kelontong mungkin aneh , adalah hal wajar untuk berputar diayunan ban. Yang menjadi masalah disatu tempat ,Mungkinmenjadi manfaat jika dilakukan ditempat lain.

8. Nikmati Keberhasilan AnakAnda.
Anda sebagai orang tua , adalah yang seharusnya memberi semangat atas keberhasilan pertama anak Anda.   Anda senang ketika ia mengatakan "IYA"untuk sebuah ajakan bermain, melengkapi kalimat, atau menendang bola bolak balik beberapa kali.Dia mungkin tidak akan menjadi kapten tim sepak bola, tetapi dia berhasil menjadi dirinya sendiri.

9. Kurangi Kekhawatiran Terhadap Opini Orang lain
Anak Anda benar-benar melakukan pekerjaan dengan baik ditoko kelontong . Dia mungkin mengepakkan tangannya sedikit ,tapi itu bukan masalah besar . Sampai Anda menangkap mata seorang ibu , dari gadis kecil yang sempurna , menatapanak Anda. Tiba-tiba kepekaan  anak Anda tampak seperti masalah yang sangat  besar dan Anda menemukan diri membentak anak Anda ,".. letakkan tangan kebawah ...!". Ini tidak mudah , tetapi penting untuk diingat bahwa dia autis , dia tidak dengan sengaja mempermalukan Anda.

10. Temukan cara Bergembira Anda
Tidaklah mudah menyatukan autisme dengan kegembiraan . Tetapi jika Anda berfikir , ketika sedang menangani anak autis ", menggulung anak Anda hingga seperti "hot dog", memantul di trampolin atau bahkan duduk dan berpelukan bersama-sama dapat menjadi sangat menyenangkan. dari pada mengkhawatirkan tentang hasil setiap terapis dari setiap tindakan,cobalah saja menikmati kekonyolan, gelitikan, pelukan dan anak Anda sendiri. Setidaknya untuk sementara waktu.

oleh : Ibu Maria J. Sewow, S.Pd (terapis PLA-PG)

Selasa, 05 Agustus 2014

KEGIATAN PUSAT LAYANAN AUTIS PROPINSI GORONTALO







VISI dan MISI



VISI  :
          Menjadikan pusat layanan autis yang mampu memberikan terapi terpadu utuk anak autis dan mengembangkan potensi dan kemampuan diri menuju kemandirian dan masa depan yang lebih baik.

MISI :
1.     Kampanye dan Sosialisasi
2.     Riset dan Perkembangan
3.     Pelatihan dan Bantuan Tenaga Ahli
4.     Layanan Terapi
5.     Sumber Belajar